Algoritme Google dan memahami teknik kerja search engine Google adalah bagian dari dasar-dasar SEO atau pengoptimalan mesin telusur.
Dengan memahami pengertian, jenis-jenis, dan teknik kerja Algoritme Google, anda akan tahu bagaimana merealisasikan SEO guna blog sehingga gampang dan cepat dikenali, dirambah, diindeks, dan ditempatkan pada peringkat atas di Google.Pengertian Algoritme Google
Secara bahasa, Algoritme (bentuk tidak baku: algoritma) ialah prosedur sistematis guna memecahkan masalah matematis dalam langkah-langkah terbatas; urutan logis pemungutan keputusan untuk solusi masalah (KBBI).
Secara praktis, Algoritme Google ialah sistem atau teknik kerja search engine Google (Google Search) dalam merambah, mengindeks, dan memeringkat website web atau blog di halaman hasil penelusuran (SERP).
Google menyatakan algoritmenya antara beda di halaman Cara Kerja Google Penelusuran.
Sebelum memperlihatkan di SERP, algoritme berkerja guna merambah (crawling), mengindeks (indexing), dan memeringkat (ranking) suatu halaman web atau blog.
Berdasarkan keterangan dari Google proses crawling dibuka dengan susunan alamat web dari kegiatan crawling sebelumnya dan peta website (sitemap) yang diserahkan oleh empunya situs.
Saat mendatangi situs, crawler Google memakai tautan pada website tersebut untuk mengejar halaman lainnya. Software ini menyerahkan perhatian eksklusif ke website baru, evolusi pada website yang telah ada, dan tautan yang bukan lagi aktif.
Program komputer bakal menilai website mana yang di-crawl, serta seberapa tidak jarang dan berapa tidak sedikit halaman yang dipungut dari tiap situs.
Saat crawler mengejar halaman web, sistem bakal merender konten halaman tersebut, sama laksana yang dilaksanakan browser. Google menulis sinyal-sinyal urgen — mulai dari kata kunci sampai update website — dan tetap melacak semuanya di indeks penelusuran.
Google memakai crawler web guna mengelola informasi dari halaman dan konten yang terdapat secara publik di indeks Penelusuran.
Sistem peringkat Google mengurutkan ratusan miliar halaman di indeks Penelusuran untuk menyerahkan hasil yang bermanfaat dan relevan untuk Anda melulu dalam sekejap.
Jenis-Jenis Algoritme Google
Algoritma Google yang telah diluncurkan atau diumumkan lumayan banyak. Mungkin lebih tidak sedikit lagi yang tidak diberitahukan karena sejatinya search engine bekerja secara rahasia.
Jenis algoritme yang sangat populer ialah Google Penguin yang "merazia" backling tidak alami (unnatural backlinks) dan Google Panda yang membasmi konten-konten tidak berbobot
berkualitas
1. Panda
Algoritme Google Panda diluncurkan 24 Februari 2011. Misi utamanya membasmi konten duplikat (plagiat, copas), konten minim, spam, dan keyword berlebihan dalam tulisan (keyword stuffing).
Seberapa naturalnya suatu konten dan relevansi pada suatu konten itu akan menjadi konsentrasi dari algoritma google panda ini.
Di samping masalah relevansi dan kealamian, Panda pun disempurnakan oleh bisa menilai umur sebuah konten.
Untuk menghindari "tendangan kung fu" Panda, hindari menumpuk keyword atau duplikasi kata yang tidak natural. Penggunaan internal link pun sangat diperlukan dalam postingan.
2. Penguin
Algoritme Google Penguin diluncurkan 24 April 2012. Sasarannya ialah menghukum (menurunkan peringkat, bahkan deindexing) website web atau blog yang menebar spam, tautan yang tidak relevan (irrelevant link); dan tautan dengan teks yang manipulatif atau mengelabui pembaca.
3. Pirate
Algoritme Google Pirate diluncurkan Agustus 2012 dengan tergat konten bajakan dan pelanggaran hak cipta (copyright).
Mayoritas website yang terpengaruh ialah situs web yang menciptakan konten bajakan (seperti film, musik, atau buku) untuk pengunjungnya secara gratis.
4. Hummingbird
Diluncurkan 22 Agustus 2013, Algoritme Google jenis ini mengincar penjejalan keyword dan konten berbobot berkualitas rendah (poor content).
Alogaritma ini semakin serupa dengan insan di mana Google sudah memahami makna di balik suatu kata. Google pun dapat mengetahui sinonim, anonim, dan ucapan-ucapan yang sering digunakan pada sebuah ulasan yang sejenis.
Hummingbird mendorong empunya situs atau blog menciptakan konten yang lebih detil, lengkap, dengan memakai sinonim atau istilah yang lazim pada sebuah ulasan yang dituliskan dalam suatu konten.
5. Pigeon
Diumumkan 24 Juli 2014, Pigeon mengincar situs yang tidak mengerjakan pengoptimalk on-page SEO dan off-page SEO.
6. Mobile Index
Dikenal dengan sebutan Mobilegeddon, algoritme mobile-index ini diluncurkan 21 April 2015. Mobilegeddon menegaskan pentingnya desain ramah seluler alias responsive atau mobile-friendly.
Website atau blog yang tidak responsive, sulit dan lambat diakses di HP, bakal kena penalti berupa penurunan peringkat (sandbox) dan deindex.
7. RankBrain
Diluncurkan 26 Oktober 2015, RankBrain ialah bagian dari algoritma Hummingbird. Konten tidak berbobot | berbobot | berkualitas dan tidak ramah pemakai bakal dihukum. RankBrain mengkhususkan pengalaman pemakai (user experience, ux).
8. Possum
Possum dikenalkan 1 September 2016 guna meyakinkan hasil lokal bervariasi lebih tidak sedikit tergantung pada tempat penelusur. Semakin dekat anda dengan alamat bisnis, semakin besar bisa jadi kita guna melihatnya salah satu hasil lokal.
9. Fred
Algoritme Google Fred diluncurkan 8 Maret 2017 untuk mengincar konten yang terlalu tidak sedikit iklan atau konsentrasi ke iklan.
Dikonfirmasi Google, Fred menargetkan website web yang melanggar pedoman webmaster Google. Sebagian besar website yang terpengaruh ialah blog dengan posting berbobot berkualitas rendah yang tampaknya beberapa besar diciptakan untuk destinasi menghasilkan penghasilan iklan.